Showing posts with label bravacasa. Show all posts
Showing posts with label bravacasa. Show all posts

Friday, April 15, 2011

BRAVACASA Design Challenge


BRAVACASA Indonesia is calling all of you non-professional designers aged from 19 to 35 to join us in our Design Challenge!

Design a product that fits one of our categories:
- furniture
- lighting
- kitchenware


Create the technical drawing showing the top elevation, side elevation, two sections, perspective, and detail, complete with the dimensions and materials used.

Along with your self portrait, copy of ID, a letter from your university/school (for students) or a copy of your latest education certificate, and a completed form of BRAVACASA design challenge entry (provided inside BRAVACASA Feb-April 2011 and BRAVACASA May-July 2011 editions)

Mail it to our desk before JULY 1st, 2011
BRAVACASA Indonesia
Wisma Chita Kirana Lantai 3
Jl. Lombok No. 73, Menteng

For more information, see the image of this event or click www.bravacasa.co.id, email to redaksi@bravacasa.co.id, or simply leave us a comment below this event invitation

Wednesday, July 28, 2010

GRAHA MEWAH GUBUK MUNGIL, SEBUAH ANTITHESIS DALAM MEDIA







Begitu banyak media cetak bertema arsitektur, interior, dekorasi terbit saat ini. Baik yang lokal maupun yang lisensi internasional. Kondisi ini benar-benar memanjakan para pemerhati dan pecinta keindahan arsitektur, interior, dekorasi dan taman.

Dahulu hanya ada dua majalah, (GRIYA) ASRI dan LARAS, yang mengangkat masalah interior, arsitektur, dan kawan-kawan. Meski majalah wanita seperti Femina pasti mengangkat masalah dekorasi dalam setiap edisinya. Sementara majalah pria seperti Matra juga mengangkat masalah arsitektur. Setelah krisis moneter, herannya perkembangan arsitektur dan interior justru meningkat. Gaya modern simple yang lebih dikenal minimalis menjadi booming. Nama Imelda Akmal mulai dikenal dengan buku-buku interior yang mengangkat masalah interior yang lebih ekonomis. Setidaknya sebelum krismon nampaknya arsitektur dan interior dipandang sebagai sesuatu yang sangat luhung, mahal dan eksklusif. Sementara dengan kondisi krisis moneter, Imelda Akmal dengan buku-bukunya muncul di saat yang benar-benar tepat. Tak heran jika buku-bukunya mengalami cetak ulang berkali-kali.

Fenomena ini diikuti dengan terbitnya media interior dan dekorasi berbentuk tabloid yang jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan format majalah. Tabloid Rumah dan Bintang Home muncul pada momen dengan segmentasi yang tepat di awal dekade 2000. Tabloid Rumah lebih banyak mengupas rumah kalangan menengah dengan arsitektur dan desain interior yang lebih merakyat. Sementara tabloid Bintang Home mengangkat rumah milik selebrita sebagai tajuk utamanya.

Fenomena berlanjut dengar terbitnya majalah-majalah seperti Rumahku, IDEA, dan Tren. Sebagai counter-nya terbitlah majalah Skala+ yang mengangkat soal arsitektural dalam nuansa yang lebih eksklusif serta spesifik. Media yang memiliki spesifikasi khusus juga akhirnya terbit seperti Housing Estate, Indonesia Design, Apartemen, Audiovisual atau Property.

Pada akhir dekade 2000 Bazaar Living mulai diperkenalkan ke khalayak sebagai sisipan dari majalah Harper's Bazaar. Tetapi pada kelanjutannya penerbitnya lebih berkonsentrasi untuk Bravacasa, sebuah majalah dengan lisensi dari Italia serta Bazaar Wedding yang membahas segala sesuatu yang terkait dengan pesta pernikahan.

Lewat tangan dingin Dian M. Muljadi-lah, Bravacasa berhasil membawa interior dan dekorasi rumah ke tingkat inggil. Bravacasa seakan berhasil melangkah lebih maju dengan menetapkan standar yang lebih tinggi untuk media cetak interior dan dekorasi. Sejak saat itu muncullah media-media dengan konsep yang hampir serupa. Seperti Elle Decoration, Gatra Living dan High End Living. Hingga yang terakhir muncul adalah Martha Stewart Living.

Memang segala sesuatu selalu memiliki kontrasnya. Sederhana kontras dengan kemewahan. Semuanya akan mencapai titik keseimbangannya sendiri.

Meskipun media dengan segmentasi kelas menengah ke bawah, bukan berarti tak menampilkan karya-karya interior yang mewah. Seperti tabloid Bintang Home sempat memuat hunian bukan hanya dari selebrita lokal tapi juga Hollywood yang mengadaptasi artikel dari Architectural Digest. Sementara media dengan segmentasi kelas A-B, bukan berarti tak menyajikan gaya interior yang lebih personal. Seperti Elle Decoration yang menampilkan hunian milik perancang busana Matthew Williamson yang eksperimental.

Media dengan oplah terbesar seperti Kompas pun melakukan kontras dengan eksklusifitas dan memilih mengangkat hunian dengan sentuhan personal dari seniman terkemuka hingga orang kebanyakan yang memiliki hunian dengan nilai sentimentalnya sendiri. Meski kadang tak tampil semenarik dengan hunian mewah dalam media seperti Bravacasa atau Elle Decoration, hunian dalam rubrik, Aku dan Rumahku, di Kompas Minggu selalu memiliki kisah yang menarik untuk diikuti.

Memang menampilkan hunian dengan interior yang tertata sempurna dapat dipastikan akan tampil sungguh menarik. Hanya saja tanpa sentuhan personal seringkali sebuah hunian dalam tampilan dengan pencahayaan dan teknik fotografi yang terbaik dapat dipastikan terlihat begitu steril serta kehilangan jiwa dari penghuninya sekaligus terasa mengintimidasi. Tetapi hunian dengan sentuhan personal yang berlebihan juga terkadang terasa tak seimbang.

Jadi bagaimana menyeimbangkannya adalah sebuah tantangan tersendiri.

Saturday, July 24, 2010

FROM THE EVENT CASA by BRAVACASA






This Saturday morning I visited the premium living exhibition, CASA by BRAVACASA.
Surprisingly I met an old friend from high school.
After indulging experience in front area, window shopping some well known local furniture brands, I was shocked knowing that there were only several participants in tent area. Guess I didn't read the invitation carefully, -shame on you, tim-. I had assumed that there would be more high end brands gathering together in this event.
I realize that maybe this event supposingly to highlight some local brands and talented young designers. Hopefully next time there will be more local high end brands like Vinotti, Vivere, Joop Fine, Bika, or Saniharto would contribute to this event. Those local furniture lines really make me proud.
Maybe next year Bravacasa needs to consider holding a chair design competition for product or interior design students. So that there will be equal opportunity for students of all local design universities, not just from ITB. There are lots of talents out there that need exposure.
Too bad I can't take picture during the visit. So I grabbed the brochures or CD promo also name cards.
Tough there are no brand new designs appears except ones that presented by industrial design student society ITB, it was really entertaining for eyes to see beautiful table seting by Deya -I think this furniture line was under OBIN, fabric designer-, the design award winner, accupuncto, or other chairs designed by Leonard Theosabrata or Alvin Tjitrowirjo.
Yamakawa rattan really captivated my heart with their classic egg chair design. It's just a mixture of melamic finished natural rattan and chromed iron is just perfect. It combines modern and traditional feel at the same time. I adore their products. No wonder their products become bestseller in Japan.
And the great news is after dozens years selling their product only for exporting to other country like Japan, this year, after Idul Fitri, Yamakawa plans to open their first store in Jakarta. Halleluya.
I found interesting name cards of young designers of ITB. Creativily they made their name cards with cotton fabric ex flour bag, thin plywood and velvet.

Wednesday, July 21, 2010

CASA by BRAVACASA, PREMIUM LIVING EXHIBITION

Bravacasa Indonesia, is holding a premium living exhibition. That means beside luxurious interior, decoration, and so on, there is possibility that avant garde designs will be shown. I can't wait to be there. Experience the latest living trends.

Enjoy the Premium Living Exhibition
CASA by BRAVACASA
23 - 25 Juli 2010
10.00am - 10.00pm
Pacific Place tent South Lobby
...
Talkshows:
Friday, 23 July 2010, 03.00pm
"Futurism, Concept, Discover. A New Spirit for Global Living Trend"
by: Alvin Tjitrowirjo & Yuni Jie

Saturday, 24 July 2010, 03.00pm
"Aplikasi Modern Living dalam Interior"
by: James Parker (managing director Supellex) & Leonard Theosabrata

Sunday, 25 July 2010, 03.00pm
"In The Mood for Colour Know How from The New Colour Trend 2010-2011"
by: Colour Expert

Participants:
Accupunto, AEDI concept shop, Airgonic, Alvin T, Bang & Olufsen, Deya by BIN House, Eztu Glass, Fagetti, FIO home, Forme, Gallery by konsep too, Kandura Keramik, Herman Miller, Mobalpa kitchen, Supellex, Tick Tock, Yamakawa Rattan, dan Vastuhome

young designer of Inddes ITB (Anastasia Sulemantoro, Anisa Fardha Nabila, Aviandari Lestari, Diaz Adisastomo, Fitria Novianti, Prananda Luffiansyah), Debrina Syafei, Felicia Setijono, Michelle Nathania, dan Ivan Christianto

cafe area organized by Capocaccia

brought to you by
Mandiri Visa Platinum

supported by:
Pacific Place Jakarta
Harper's Bazaar Indonesia
notes courtesy of BRAVACASA on Facebook

Saturday, April 10, 2010

INDONESIAN INTERIOR DESIGN MAGAZINES






Tidak dirasa Bravacasa Indonesia telah memasuki tahun kedua penerbitannya. Selamat kepada tim Bravacasa Indonesia. Dengan liputan yang eksklusif serta berbagai inspirasi desain yang diketengahkan, Bravacasa menjadi penanda baru dalam dunia majalah interior Indonesia. Majalah ini membawa standar baru dalam dunia penerbitan majalah interior ke tingkat yang lebih tinggi yang belum ada sebelumnya. Dalam setiap edisinya menjanjikan penampilan yang eksklusif dari rumah-rumah dengan desain yang indah. Bravacasa juga berhasil mengangkat rumah-rumah karya desainer atau arsitek Indonesia ke dunia international. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan melihat rumah Indonesia termaktub dalam halaman Bravacasa Italia.
Majalah yang tergolong baru adalah Living Etc. Sebuah majalah yang berasal dari Inggris. Lebih membumi dan terjangkau dalam ide-ide desain yang unik. Living Etc juga membawa arah baru dengan konsep yang lebih realistis baik dalam ide maupun biaya. Dapatkan inspirasi dari halaman 'Get The Look'-nya yang sangat inspiratif.
Dan yang paling gres adalah Elle Decoration. Sebuah majalah dekorasi yang awalnya terbit di Perancis 23 tahun yang lalu dan sekarang hadir di Indonesia dengan konsep yang sangat chic. Tak perlu kuatir merasa seakan membaca katalog belanja eksklusif. Elle Decoration benar-benar memanjakan mata dengan foto-foto yang indah, inspirasi desain yang menawan, serta artikel yang memberi pencerahan. Sayangnya ada beberapa lay out yang terkesan mirip dengan Bravacasa yang telah hadir lebih dulu.